Mata Uang Negara Brunei Darussalam

Brunei Darussalam adalah sebuah pulau kecil di Asia dan mata uang resminya adalah dolar Brunei. Pertama diterbitkan pada tahun 1967, dolar Brunei diwakili oleh BND dan simbol ‘$’ atau kadang-kadang ‘B $’. Otoritas Moneter Brunei Darussalam bertanggung jawab untuk mengeluarkan mata uang. Dolar Brunei dibagi menjadi 100 subunit yang disebut sen. Dolar Brunei diterbitkan dalam koin dan uang kertas. Koin tersedia dalam denominasi 1, 5, 10, 20, dan 50 sen. Catatan mata uang di Brunei umumnya diterbitkan dalam denominasi 1, 5, 10, 50, dan 100 dolar, sedangkan 20, 25, 500, 1000, dan 10.000 catatan dolar diproduksi tetapi kurang umum. Dolar Brunei dipertukarkan dengan dolar Singapura dan kadang-kadang digunakan sebagai tender biasa di Singapura.

Sejarah

Penggunaan mata uang di Brunei sama tuanya dengan jaringan perdagangan formal dan informal di pulau itu. Dalam perdagangan barter, kerang cowrie dan pot perunggu digunakan sebagai mata uang. Koin timah diperkenalkan sekitar abad ke-12. Koin-koin Cina adalah yang paling awal digunakan di negeri ini, terutama karena hubungan erat antara Cina dan Brunei. Pitis adalah mata uang pertama buatan Brunei dan digunakan dari abad ke-16 hingga abad ke-20, ketika digantikan oleh dolar Selat. Dolar Selat diperkenalkan di Brunei pada tahun 1906, dan kemudian diganti pada tahun 1939 oleh dolar Malaya. Dolar Malaya memiliki nilai yang sama dengan dolar Straits dan digunakan dalam koloni Inggris. Pada tahun 1953, dolar Borneo Inggris diperkenalkan, tetapi kemudian digantikan oleh dolar Brunei pada tahun 1967. Brunei juga mencetak uang kertas peringatan untuk menandai peringatan berbagai peristiwa. Catatan yang paling sering dicetak adalah uang kertas 20 dan 25 dolar.

Seri Mata Uang

Brunei telah merilis uang kertas dalam beberapa seri. Seri pertama diterbitkan pada tahun 1967 dalam denominasi 1, 5, 10, 50, dan 100 dolar. Nada-nadanya berbeda dalam warna, dengan catatan berwarna biru, hijau, merah, coklat, dan ungu. Seri kedua dolar Brunei dirilis pada tahun 1972, dan semua catatan memiliki potret Omar Ali Saifuddin III, yang merupakan penguasa tertinggi ke-28 dan sultan Brunei. Selain uang kertas pecahan lima dari seri 1967, oranye $ 500 dan catatan $ 1000 coklat diperkenalkan, dan termasuk potret Hassanal Bolkiah, kesultanan Brunei ke-29. Serial ketiga dirilis pada tahun 1989. Catatan 10.000 dolar diperkenalkan pada tahun 2014, dan dengan nilai $ 8000 dolar AS, itu dianggap sebagai uang kertas paling berharga di dunia. Seri keempat diperkenalkan antara tahun 1996 dan 2000, dan seri lainnya dirilis antara 2004 dan 2007, dan kemudian pada tahun 2011.

Ekonomi Brunei

Brunei memiliki salah satu ekonomi terkaya di wilayahnya. Negara tergantung pada kewirausahaan dan perdagangan. Brunei mengekspor minyak mentah, yang menyumbang hampir setengah dari PDB negara itu. Negara ini mengalami tingkat inflasi 1,2%, tingkat pengangguran 3,7%, dan tidak memiliki utang publik. Industri perminyakan adalah yang terbesar di negara ini dan menghasilkan jumlah minyak mentah ketiga terbesar di Asia. Peningkatan cadangan devisa dan investasi membuat negara ini berada dalam posisi menguntungkan, baik sekarang maupun di masa depan.

 

Sumber

Hits: 34750


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *